<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dharianti's Weblog</title>
	<atom:link href="http://dharianti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dharianti.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Aug 2007 08:51:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dharianti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dharianti's Weblog</title>
		<link>http://dharianti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dharianti.wordpress.com/osd.xml" title="Dharianti&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dharianti.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/10/</link>
		<comments>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/10/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 06:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/10/</guid>
		<description><![CDATA[RI Jamin Pasokan Gas dengan Syarat Salah satu topik yang mengemuka dalam kunjungan PM Abe adalah jaminan pasokan gas alam oleh Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kelanjutan ekspor gas alam cair ke Jepang pascakontrak yang berakhir 2010 mendatang bergantung pada dua kondisi. &#8220;Selain terpenuhinya pasokan gas untuk kebutuhan di dalam negeri, Jepang harus meyakinkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dharianti.wordpress.com&amp;blog=1556724&amp;post=10&amp;subd=dharianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RI Jamin Pasokan Gas dengan Syarat<br />
<a href="http://dharianti.files.wordpress.com/2007/08/imagess3.jpg" title="imagess3.jpg"><font size="2" face="Arial">Salah satu topik yang mengemuka dalam kunjungan PM Abe adalah jaminan pasokan gas alam oleh Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kelanjutan ekspor gas alam cair ke Jepang pascakontrak yang berakhir 2010 mendatang bergantung pada dua kondisi. &#8220;Selain terpenuhinya pasokan gas untuk kebutuhan di dalam negeri, Jepang harus meyakinkan investornya untuk menanamkan investasi bidang migas di Indonesia,&#8221; ujar Jusuf Kalla usai menerima kunjungan kehormatan PM Shinzo Abe di Istana Wakil Presiden kemarin (20/8).</font></a><span id="more-10"></span></p>
<p><font size="2" face="Arial">Kalla menuturkan, Indonesia tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri yang terus meningkat. Untuk itu, Indonesia harus mampu meningkatkan produksi gas alam cair dengan mengeksplorasi cadangan gas alam cair di Papua, Kepulauan Natuna, Kalimantan, maupun blok Cepu.</font><font size="2" face="Arial">Berdasar neraca produksi dan konsumsi gas, Indonesia hanya mampu mengekspor 6 juta ton elpiji ke Jepang pada 2010 atau separo dari kontrak ekspor saat ini. Di antara komitmen 6 juta ton, baru separo yang dapat dipastikan sumbernya, yaitu dari ladang gas blok Mahakam.</font><font size="2" face="Arial">&#8220;Bila ingin mendapat kepastian pasokan ekspor gas, investor Jepang harus membantu Indonesia (meningkatkan produksi gas alam cair),&#8221; terangnya.</font><font size="2" face="Arial">Kalla juga meminta industri dalam negeri untuk melakukan efisiensi energi, terutama mengonversi pembangkit berbahan bakar gas dengan pembangkit berbahan bakar batu bara. Upaya itu telah dilakukan Badan NGL yang mengganti bahan bakar kilangnya dari gas alam cair ke batu bara. Dari konversi tersebut, diperoleh tambahan empat kargo gas alam cair yang diekspor ke Jepang.</font><font size="2" face="Arial">&#8220;Itu kita minta kerja sama Jepang. Katakanlah, kalau pabrik pupuk kita sudah tua-tua, itu akan makan gas terlalu banyak sehingga mengurangi potensi gas yang bisa diekspor,&#8221; ujarnya.</font><font size="2" face="Arial">Kedatangan PM Jepang Shinzo Abe ke Indonesia tak hanya menguntungkan bisnis Indonesia, tapi juga sektor tenaga kerja luar negeri. Tahun ini, Jepang membuka kesempatan bagi 400 suster dan 600 perawat orang tua asal Indonesia untuk bekerja di Jepang. Kuota itu direncanakan akan berlangsung hingga dua tahun.</font><font size="2" face="Arial">Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jepang Mitsuo Sakaba dalam jumpa pers di Hotel Nikko kemarin mengungkapkan, pemerintahnya tahun ini akan menambah kuota bagi posisi suster dan perawat orang tua. &#8220;Kami telah melihat proposal dari Depnakertrans yang isinya meminta pemerintah Jepang untuk menerima tenaga kerja lebih banyak,&#8221; ujarnya.</font><font size="2" face="Arial">Menurut dia, proposal yang telah dikirimkan pemerintah Indonesia awal tahun ini sesuai dengan kebutuhan warga Jepang. &#8220;Ada peningkatan signifikan terhadap kebutuhan tenaga kerja suster dan perawat orang tua,&#8221; tambah Sakaba.</font><font size="2" face="Arial">Akhirnya, permintaan pemerintah Indonesia itu dikabulkan. Sebelum Indonesia, lanjut Sakaba, pemerintah Filipina juga telah diberi kesempatan yang sama. Dia berharap kuota yang diberikan pemerintahnya tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.</font><font size="2" face="Arial">Meskipun pemerintah Jepang telah menambah kuota tenaga kesehatan, Direktur Perlindungan dan Repatriasi WNI Deplu RI Teguh Wardoyo menyatakan bahwa itu masih belum maksimal. &#8220;Eksistensi peran tenaga kerja kita di Jepang diakui, tapi statusnya masih sebatas trainee (magang, Red),&#8221; ujarnya ketika ditemui usai menghadiri pemaparan kebijakan PM Shinzo Abe di Hotel Intercontinental kemarin.</font><font size="2" face="Arial">&#8220;Kalau bisa, TKI kita di Jepang jangan hanya mendapatkan status trainee, tapi juga diakui sebagai tenaga kerja sehingga mereka bisa mendapatkan hak yang sama dengan tenaga kerja lainnya di Jepang,&#8221; kata mantan atase konsuler KBRI Washington itu. (tom/iw/noe/nue)</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dharianti.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dharianti.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dharianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dharianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dharianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dharianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dharianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dharianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dharianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dharianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dharianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dharianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dharianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dharianti.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dharianti.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dharianti.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dharianti.wordpress.com&amp;blog=1556724&amp;post=10&amp;subd=dharianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd7b5f9224eeeca34587f29a8871fe23?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dharianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/9/</link>
		<comments>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/9/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 06:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/9/</guid>
		<description><![CDATA[Tarif Dibabat, Nontarif Menghadang Jepang Tawarkan 1.000 Lowongan Kerja JAKARTA &#8211; Saat-saat bersejarah dalam hubungan Indonesia dengan Jepang akhirnya tiba. Bertempat di Istana Merdeka, perjanjian bilateral yang diberi nama Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) resmi ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. Perjanjian tersebut menandai babak baru terbukanya perdagangan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dharianti.wordpress.com&amp;blog=1556724&amp;post=9&amp;subd=dharianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><font size="4">Tarif Dibabat, Nontarif Menghadang<br />
</font></strong><font size="2" face="Arial"></p>
<p align="justify"><strong>Jepang Tawarkan 1.000 Lowongan Kerja </strong>JAKARTA &#8211; Saat-saat bersejarah dalam hubungan Indonesia dengan Jepang akhirnya tiba. Bertempat di Istana Merdeka, perjanjian bilateral yang diberi nama Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) resmi ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. <span id="more-9"></span></p>
<p>Perjanjian tersebut menandai babak baru terbukanya perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan Jepang.</p>
<p>PM Shinzo Abe dan istrinya, Akie Abe, tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 dan disambut upacara kenegaraan. Selama sejam SBY dan Abe melakukan pertemuan bilateral. Kemudian, disambung pertemuan antara pengusaha RI dan Jepang di Ruang Raden Saleh, Istana Merdeka.</p>
<p>Setelah pertemuan dengan pengusaha, SBY dan Abe menuju Istana Negara untuk menandatangani IJ-EPA. Pada saat yang sama, ditandatangani MoU implementasi perjanjian RI-Jepang berkaitan dengan pasal 13 perjanjian ekonomi RI-Jepang untuk kemitraan ekonomi, serta pernyataan bersama RI-Jepang untuk mengenai peningkatan kerja sama dalam isu perubahan iklim, lingkungan, dan energi.</p>
<p>SBY dan Abe juga meresmikan proyek-proyek energi serta kelistrikan. Di antaranya, proyek transmisi pipa gas Sumatera Selatan-Jawa Barat, proyek energi kombinasi Cilegon, proyek energi batu bara di Tarakan, proyek LNG Donggi-Senoro, dan gas project upstream (proyek gas ke hulu).</p>
<p>Penyambutan Abe sedikit lebih istimewa dibandingkan perdana menteri atau presiden lain yang pernah berkunjung ke Indonesia. Tentu tidak termasuk Presiden AS George W. Bush.</p>
<p>Biasanya, SBY mengajak tamu negara mengikuti konferensi pers di Kantor Presiden yang terletak di antara Istana Negara dan Istana Merdeka. Sekelas PM Inggris Tony Blair (sekarang mantan) pun hanya diajak ke Kantor Presiden saat berkunjung pada Maret tahun lalu. Padahal, kunjungan Blair waktu itu merupakan kunjungan pertama seorang PM Inggris dalam kurun 20 tahun terakhir.</p>
<p>IJ-EPA merupakan perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif. Ada tiga pilar dalam perjanjian tersebut. Yakni, liberalisasi perdagangan dan investasi, fasilitasi perdagangan dan investasi, serta capacity building.</p>
<p>Implementasinya adalah menghilangkan dan mengurangi hambatan perdagangan serta investasi seperti bea masuk dan perbaikan kapasitas hukum. Selain itu, dilakukan standardisasi bea cukai, pelabuhan, dan jasa perdagangan.</p>
<p>Dengan IJ-EPA, 11.163 pos tarif produk ekspor Indonesia yang masuk ke Jepang tidak akan dikenai bea masuk. Begitu pula sebaliknya, 9.275 pos tarif produk Jepang yang masuk ke Indonesia bebas bea masuk.</p>
<p>Meski diskon tarif sampai nol persen itu sangat membantu, hambatan nontarif masih menghadang arus perdagangan kedua negara. Produk Indonesia tetap sulit masuk ke Jepang karena ada standar mutu yang terlalu tinggi yang berlaku di Jepang. Misalnya, produk pertanian, makanan, dan obat-obatan. Standar itu pun sulit dipenuhi pengusaha Indonesia.</p>
<p>Dalam kesempatan bertemu wartawan setelah penandatanganan kemarin, PM Shinzo Abe mengakui hal tersebut. &#8220;Tapi, masih ada sedikit kekhawatiran dan pesimistis, terutama dari kalangan pengusaha. Yakni, masalah hambatan nontarif yang masih dihadapi pengusaha Indonesia, terutama untuk memasukkan produk-produk pertanian yang sangat diutamakan keunggulannya oleh konsumen Jepang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, kerangka EPA sudah sangat terbuka. Namun, memang diperlukan pemahaman mengenai kerangka atau sistem yang ada di pihak masing-masing. &#8220;Saya mengharapkan pergaulan antara pengusaha kedua negara atau pertukaran pimpinan usaha ditingkatkan dan akan saling memahami situasi serta sistem di kedua pihak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jepang akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada pengusaha Indonesia di berbagai bidang. Dengan demikian, dalam waktu tidak terlalu lama, kualitas produk Indonesia memenuhi standar Jepang. Bagi Abe, solusi untuk problem tersebut adalah tidak menurunkan standar mutu yang sudah berlaku, tapi membantu Indonesia mencapai standar yang sudah disyaratkan.</p>
<p>Mengenai hambatan nontarif tersebut, SBY menyatakan, ada beberapa langkah yang akan dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi. &#8220;Hambatan nontarif yang kita pahami oleh dunia usaha, antara lain, tentang mutu produk kita yang dipasarkan di Jepang untuk memenuhi persyaratan teknis dan barangkali termasuk persyaratan kesehatan atau medis,&#8221; katanya.</p>
<p>Langkah dan cara yang akan ditempuh Indonesia, kata dia, adalah kembali pada EPA, terutama upaya untuk sebuah capacity building. Yakni, memastikan bahwa mutu atau standar barang-barang kita betul-betul bisa memenuhi persyaratan pasar Jepang.</p>
<p>&#8220;Indonesia juga menyambut baik dan berterima kasih atas tawaran kerja sama dari Jepang dalam konteks ini agar ada satu pelatihan, satu sosialisasi, dan penjelasan untuk membantu kita dalam produk-produk pertanian, perikanan, manufaktur atau pengolahan, bahkan karantina untuk komoditas tertentu. Dengan demikian, diharapkan atau dipastikan semua itu sudah sesuai yang dipersyaratkan pasar Jepang,&#8221; ungkap SBY.</p>
<p>Dia menjelaskan, Jepang merupakan mitra penting Indonesia dalam kerja sama ekonomi. Dalam 40 tahun terakhir, sejak 1967, Jepang adalah investor terbesar untuk Indonesia. &#8220;Lima tahun terakhir, pertumbuhan volume perdagangan kita 14,4 persen,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di bidang energi, kata SBY, Indonesia dan Jepang sepakat melanjutkan kerja sama di bidang minyak, gas, batu bara, tenaga listrik, serta biofuel. Dengan kerja sama itu, sasaran yang ingin dicapai Indonesia adalah kebutuhan energi dalam negeri bisa dipenuhi, termasuk kebutuhan LNG, sekaligus mempertahankan kelanjutan kerja sama LNG dengan Jepang.</p>
<p>Masalah lingkungan juga dibahas oleh kedua pemimpin. &#8220;Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsep Cool Earth 50 yang telah diinisiatifi PM Jepang. Ini akan sangat penting, konsep yang jelas tujuan dan sasaran, siapa, dan harus berbuat apa, bagi konvensi internasional tentang climate change yang akan dilaksanakan di Bali pada Desember mendatang,&#8221; tandas SBY.</p>
<p>Dengan Cool Earth 50, kerja sama di bidang lingkungan Indonesia-Jepang, termasuk kerja sama di bidang kehutanan, dapat diwujudkan. Sebab, Cool Earth 50 ini juga memberikan payung bagi kerja sama yang konstruktif seperti itu.</p>
<p>Indonesia dan Jepang juga bersepakat untuk bekerja sama dalam penanganan flu burung. SBY secara khusus menawarkan kepada Abe untuk kerja sama bilateral dalam pengembangan vaksin yang berasal dari virus yang ada di Indonesia, demi kepentingan bersama dan kepentingan global. Abe kemarin juga menyatakan akan memberikan hibah 1,7 miliar yen atau Rp 139,4 miliar (kurs 1 yen = Rp 82) untuk penanganan flu burung di Indonesia.</p>
<p>Sore hari, SBY dan Abe menyaksikan penandatanganan kontrak-kontrak kerja sama bisnis antara Indonesia dan Jepang pada pembukaan Forum Bisnis Indonesia- Jepang di Ballroom Hotel Hyatt Jakarta. Forum bisnis yang digelar benar-benar dimanfaatkan oleh pengusaha Jepang yang tergabung dalam Nippon Keidanren.</p>
<p>Beberapa hal yang menjadi kendala bagi pengusaha Jepang untuk masuk ke Indonesia, antara lain, menyangkut masalah perpajakan, bea cukai, tenaga kerja, perizinan, infrastruktur, serta kepastian hukum.</p>
<p>Vice Chairman Nippon Keidanren Fujio Cho mengemukakan bahwa pihaknya berharap agar Indonesia bisa menurunkan tarif untuk perpajakan maupun kepabeanan. &#8220;Kalau berbicara mengenai pasar otomotif Indonesia, salah satu hal yang krusial adalah menyangkut infrastruktur untuk ekspor, khususnya Pelabuhan Tanjung Priok yang butuh pengembangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Fujio mengemukakan bahwa hambatan tarif di perpajakan dan bea cukai akan terus dikonsultasikan dengan pemerintah Indonesia. &#8220;Berbagai langkah positif akan mendorong upaya produsen Jepang untuk meningkatkan kapasitas ekspor yang dimilikinya,&#8221; katanya.</p>
<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa masalah perpajakan dan bea cukai merupakan dua hal konkret mengenai kerja sama yang disepakati kedua belah pihak. &#8220;Kami akan berupaya sebaik mungkin karena mengubah kebijakan berarti memperbaiki birokrasi (aparat) dan tidak bisa mengubah birokrasi dengan mudah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BKPM M. Lutfi menambahkan bahwa segala keluhan Jepang mengenai perpajakan, bea cukai, tenaga kerja, perizinan, infrastruktur, serta kepastian hukum telah dijawab delegasi Indonesia. &#8220;Keidanren dan Kadin sendiri berharap bahwa dalam lima tahun ke depan investasi yang masuk dari Jepang ke Indonesia menjadi USD 7 miliar, meningkat dari 2005 yang hanya USD 1,6 miliar,&#8221; katanya.</p>
<p>Lutfi mengemukakan, salah satu alasan kuat Indonesia bisa menjadi basis produksi adalah karena pasarnya sangat besar. &#8220;Mereka (Jepang) tidak bisa menaruh basis produksi di Thailand atau Malaysia yang berpenduduk 80 juta untuk memasok negara berpenduduk 220 juta jiwa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ketua Kadin M.S. Hidayat menilai, setelah hambatan tarif dihapus, maka isu-isu nontarif seperti kualitas dan standardisasi mengemuka. &#8220;Mulai masalah mutu hingga standar kesehatan produk-produk Indonesia harus disiapkan dan dibuat perjanjiannya,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Hidayat menilai bahwa langkah kedua negara untuk membangun konsep yang disebut capacity building itu menjadi penting. Target Indonesia adalah nilai perdagangan dari Jepang bisa meningkat dua kali lipat pada 2009. &#8220;Saat ini nilai perdagangan Indonesia dengan Jepang mencapai USD 15 miliar,&#8221; paparnya.</p>
<p>PM Jepang Shinzo Abe dalam sambutannya kemarin mengungkapkan bahwa pihaknya sangat antusias dengan perjanjian yang diteken bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. &#8220;Perjanjian ini akan memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang akan berusia 50 tahun pada tahun depan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain membahas berbagai konsep dan kerangka kerja sama perdagangan, beberapa perjanjian teknis juga dibuat. Terutama yang berhubungan dengan sektor energi, yakni sembilan proyek bernilai USD 6,1 miliar.</p>
<p>Kontribusi Jepang dalam proyek-proyek energi tersebut adalah sebagai pembeli, kontraktor, serta pemberi pinjaman. Menteri Energi Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengemukakan bahwa kerja sama dengan pihak Jepang dalam bidang energi akan terus ditingkatkan. &#8220;Kami (Indonesia) lebih fokus pada hal-hal yang konkret terlebih dahulu. Menyangkut LNG Extension itu masih sedang dikaji,&#8221; katanya.</p>
<p>Proyek yang diresmikan adalah pipa SSWJ senilai USD 1,357 miliar, PLTU Cilegon (740 MW) USD 345 juta, PLTU Tarahan (200 MW) USD 268 juta, dan pengembangan hulu dan hilir gas di Donggi-Senoro USD 1.167 juta.</p>
<p>Kerja sama yang baru ditandatangani adalah Power purchase agreement PLTU Cirebon senilai USD 540 juta, MOA PLTU Paiton ekspansi USD 720 juta, HOA PLTP Sarulla USD 600 juta, HOA pencairan batu bara USD 500 ribu, dan COA (certificate of acknowledgement) untuk proyek LPG Storage di Indramayu senilai USD 300 juta.</p>
<p>Lowongan di Jepang</p>
<p>Kedatangan PM Jepang Shinzo Abe ke Indonesia tak hanya menguntungkan bisnis Indonesia, tapi juga sektor tenaga kerja luar negeri. Tahun ini, Jepang membuka kesempatan bagi 400 suster dan 600 perawat orang tua asal Indonesia untuk bekerja di Jepang. Kuota itu direncanakan akan berlangsung hingga dua tahun.</p>
<p>Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jepang Mitsuo Sakaba dalam jumpa pers di Hotel Nikko kemarin mengungkapkan, pemerintahnya tahun ini akan menambah kuota bagi posisi suster dan perawat orang tua. &#8220;Kami telah melihat proposal dari Depnakertrans yang isinya meminta pemerintah Jepang untuk menerima tenaga kerja lebih banyak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, proposal yang telah dikirimkan pemerintah Indonesia awal tahun ini sesuai dengan kebutuhan warga Jepang. &#8220;Ada peningkatan signifikan terhadap kebutuhan tenaga kerja suster dan perawat orang tua,&#8221; tambah Sakaba.</p>
<p>Akhirnya, permintaan pemerintah Indonesia itu dikabulkan. Pemerintah Filipina juga telah diberi kesempatan. (tom/iw/noe/nue)</p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dharianti.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dharianti.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dharianti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dharianti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dharianti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dharianti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dharianti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dharianti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dharianti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dharianti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dharianti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dharianti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dharianti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dharianti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dharianti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dharianti.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dharianti.wordpress.com&amp;blog=1556724&amp;post=9&amp;subd=dharianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd7b5f9224eeeca34587f29a8871fe23?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dharianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/7/</link>
		<comments>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/7/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 06:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/7/</guid>
		<description><![CDATA[Melodi Lagu Terinspirasi Musik Dangdut Vincent Lagea; Pemuda Papua Nugini yang Ciptakan Lagu &#8220;Nasional&#8221; Indonesia Seorang pemuda calon pastor dari Papua Nugini mengaku jatuh cinta kepada Indonesia. Dia lalu menciptakan lagu &#8220;nasional&#8221; yang mendapat pujian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.NOSTAL N. SAPUTRI, Jakarta Indonesia, hatiku, rumahku, bangsaku; Indonesia, banyak pulau, banyak kebudayaan menyatu; Dari gunung ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dharianti.wordpress.com&amp;blog=1556724&amp;post=7&amp;subd=dharianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><font size="4">Melodi Lagu Terinspirasi Musik Dangdut<br />
</font></strong></p>
<p><font size="2" face="Arial"><br />
Vincent Lagea; Pemuda Papua Nugini yang Ciptakan Lagu &#8220;Nasional&#8221; Indonesia<br />
Seorang pemuda calon pastor dari Papua Nugini mengaku jatuh cinta kepada Indonesia. Dia lalu menciptakan lagu &#8220;nasional&#8221; yang mendapat pujian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.</font><font size="2" face="Arial">NOSTAL N. SAPUTRI, Jakarta</font><font size="2" face="Arial"> <span id="more-7"></span>Indonesia, hatiku, rumahku, bangsaku;<br />
Indonesia, banyak pulau, banyak kebudayaan menyatu;<br />
Dari gunung ke laut, wajah yang tersenyum di mana saja;<br />
Selamat datang di Indonesia, rumahku, bangsaku, Indonesiaku.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Itulah lirik lagu yang Minggu (19/8) malam lalu dinyanyikan dengan bersemangat di Gedung Arsip Nasional, Jakarta. Sang penyanyi, Vincent Lagea, yang juga sang pencipta lagu, menyanyikannya dengan khidmat. Lagu itu memang diciptakan pemuda berkulit hitam itu sebagai kado bagi bangsa Indonesia yang merayakan ultah kemerdekaan ke-62.</p>
<p>Memakai baju kaus dan penutup kepala warna hitam, Vincent tampil di panggung dengan tangan kiri memegang bendera Merah Putih. Ikut menyanyi di belakang Vincent adalah Menlu Hassan Wirajuda serta beberapa pemuda lain peserta program penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari beberapa negara sahabat.</p>
<p>Vincent yang sepintas mirip warga Provinsi Papua itu sebetulnya bukan orang Indonesia. Dia calon pendeta Katolik warga Papua Nugini. Pemuda 32 tahun yang terpilih sebagai penerima BSBI yang diadakan Deplu itu mendadak terkenal menjelang berakhirnya program yang diikuti 50 peserta dari 23 negara se-Asia Pasifik tersebut.</p>
<p>Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut memberikan pujian atas lagu ciptaannya. Vincent sudah dua kali diundang ke Istana Presiden, Kamis (16/8) dan Jumat (17/8), untuk menyanyikan lagunya.</p>
<p>&#8220;Saya kagum ketika melihat keindahan Indonesia,&#8221; kata Vincent kepada Jawa Pos sambil tersenyum ketika ditanya mengapa menciptakan lagu berjudul Indonesiaku itu.</p>
<p>Menurut Vincent, lagu itu lahir saat dia tinggal di Padepokan Bagong Kussudiardja, Jogja, tempat dia menempuh program beasiswa selama 2,5 bulan. &#8220;Saya menciptakan lagu tersebut saat belajar budaya dan kesenian Jawa,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai pemuda yang dibesarkan di negara yang berbatasan langsung dengan Provinsi Papua, Vincent mengaku tak pernah menyangka Indonesia punya banyak pulau dengan kebudayaan yang beragam dan maju. &#8220;Saya pikir Indonesia adalah negara terbelakang, tidak ada gedung pencakar langit dan sebagian besar wilayahnya hutan,&#8221; kata pria berambut keriting itu.</p>
<p>Bayangannya langsung pupus ketika pesawat yang membawanya dari Port Moresby, ibu kota Papua Nugini, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. &#8220;Saya sempat terkesima ketika melihat banyak mobil mewah berseliweran di bandara,&#8221; ujarnya dengan bahasa Inggris yang fasih.</p>
<p>Dia lebih heran ketika bus penjemput di bandara menembus jalanan ibu kota menuju Kantor Deplu di kawasan Jakarta Pusat. &#8220;Ternyata di Jakarta banyak gedung pencakar langit. Saya kira Jakarta tidak jauh beda dengan Papua,&#8221; kata Vinii, panggilan akrabnya di Papua Nugini.</p>
<p>Vincent pernah sekali berkunjung ke Indonesia. &#8220;Saya pergi ke Papua lewat jalan darat,&#8221; katanya.</p>
<p>Setelah seminggu di Jakarta, Deplu mengajaknya berkeliling ke beberapa tempat wisata di Indonesia. &#8220;Saya langsung jatuh cinta. Sejak itu saya merasa wajib membuat lagu yang bisa mengingatkan saya akan negara yang indah ini,&#8221; ujarnya memuji.</p>
<p>Dalam bus yang membawanya ke Padepokan Bagong Kussudiardja di Jogja untuk penempatan pemuda peserta BSBI, calon pastor yang juga penyanyi di negaranya itu mulai menulis beberapa baris lirik lagu.</p>
<p>&#8220;From the Ocean of Pacific to the Ocean of India there are many thousands islands&#8230;..,&#8221; katanya menceritakan baris pertama lirik lagu yang ditulisnya awal Juli 2007. Karena dia tak menguasai bahasa Indonesia, lirik lagu itu ditulis dalam bahasa Inggris.</p>
<p>Vincent mengaku, lirik lagu yang kemudian diberi judul Indonesiaku itu adalah lagu paling lama yang pernah ditulisnya. &#8220;Saya menulisnya selama sebulan. Padahal, biasanya sehari atau seminggu saya sudah bisa menulis syair sebuah lagu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Penggemar kelompok musik Westlife itu mengungkapkan, penulisan lagu tersebut lama karena dirinya ingin membuatnya mudah diingat dan maknanya dalam. &#8220;Ini adalah bukti rasa kagum dan cinta saya pada Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Agar bisa dimengerti orang Indonesia, dia meminta bantuan rekan sesama peserta BSBI asal Australia, Michael Crowe, mahasiswa Australia yang belajar di jurusan sastra Indonesia, untuk menerjemahkan bait-bait lagu Indonesiaku ke dalam bahasa Indonesia.</p>
<p>Perlu waktu berhari-hari bagi Vincent untuk menghafalkan lirik lagu yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Crowe tersebut. &#8220;Indonesia&#8230;dari gunung ke laut wajah tersenyum di mana saja,&#8221; katanya mencoba menghafal salah satu bait lagunya.</p>
<p>Tentang melodi lagunya, Vincent mengaku secara tak sengaja mendapatkan inspirasi ketika mendengarkan sebuah kelompok musik Indonesia yang memainkan lagu dangdut di rumah makan di Jogja. &#8220;Saya dengar beat perkusi kelompok itu begitu mengena sehingga saya putuskan untuk membuat melodi yang beat perkusinya seperti itu,&#8221; jelasnya sambil mengetukkan kedua pangkal telapak tangan di meja untuk menunjukkan beat yang mengilhaminya.</p>
<p>Kendati lagu itu mendapatkan pujian Presiden SBY, Vincent ingin menyerahkan hak cipta lagunya ke Padepokan Bagong Kussudiardja, tempatnya menimba kesenian Jawa.</p>
<p>Seniman Djaduk Ferianto, anak Bagong Kussudiardja, memang ikut membantu penciptaan lagu yang diusulkan menjadi theme song BSBI yang akan direkam di Studio Kuaetnika itu.</p>
<p>&#8220;Saya berharap lagu ini bisa membantu meningkatkan rasa kebanggaan generasi muda Indonesia terhadap negerinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di padepokan tersebut, Vincent mendapat pelajaran, antara lain, tari kreasi baru (karya almarhum Bagong Kussudiardja), tari klasik gaya Jogja, musik (karawitan klasik dan kontemporer), menyanyi lagu-lagu daerah, mendalami batik, pedalangan, kreativitas seni, dan pengenalan bahasa Indonesia.</p>
<p>Ketika ditanya tanggapan keluarganya tentang prestasinya di Indonesia, Vincent mengaku ibunya terkejut. &#8220;Mama tahu bahwa saya suka menciptakan lagu. Tapi, mama tidak pernah menyangka saya akan menciptakan lagu untuk negara lain,&#8221; katanya lantas tertawa.</p>
<p>Semua kegiatan dalam rangkaian program beasiswanya berakhir Minggu (19/8) malam. &#8220;Tapi, saya pulang (ke Papua Nugini) pada Kamis, 23 Agustus),&#8221; tuturnya.</p>
<p>Meski mengaku telah jatuh cinta pada Indonesia, Vincent tetap ingin segera kembali ke negaranya. &#8220;Saya ingin segera menyelesaikan sekolah pastor saya dan terus bernyanyi,&#8221; ujarnya. (*)</p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dharianti.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dharianti.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dharianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dharianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dharianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dharianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dharianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dharianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dharianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dharianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dharianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dharianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dharianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dharianti.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dharianti.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dharianti.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dharianti.wordpress.com&amp;blog=1556724&amp;post=7&amp;subd=dharianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd7b5f9224eeeca34587f29a8871fe23?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dharianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/4/</link>
		<comments>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 04:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/4/</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 21 Agt 2007, Hangus, Semua Penumpang Selamat HAHA &#8211; Kecelakaan dramatis dialami pesawat China Airlines di Pulau Okinawa, Jepang, kemarin (20/8). Pesawat yang bertolak dari Taiwan itu tiba-tiba meledak dan terbakar, delapan menit setelah mendarat di Bandara Naha.Yang ajaib, seluruh penumpang dan kru pesawat lolos dari maut. Bahkan, tak ada yang cedera serius. Padahal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dharianti.wordpress.com&amp;blog=1556724&amp;post=4&amp;subd=dharianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2" face="Arial"><font size="1">Selasa, 21 Agt 2007,<br />
</font><strong><font size="4" face="Times New Roman, Times, serif">Hangus, Semua Penumpang Selamat </font></strong></font></p>
<p><font size="2" face="Arial">H</font><font size="2" face="Arial">AHA &#8211; Kecelakaan dramatis dialami pesawat China Airlines di Pulau Okinawa, Jepang, kemarin (20/8). Pesawat yang bertolak dari Taiwan itu tiba-tiba meledak dan terbakar, delapan menit setelah mendarat di Bandara Naha.</font><font size="2" face="Arial">Yang ajaib, seluruh penumpang dan kru pesawat lolos dari maut. Bahkan, tak ada yang cedera serius. Padahal, akibat kebakaran sekitar satu jam itu, hampir seluruh badan pesawat menjadi arang.</font><font size="2" face="Arial">Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Taiwan itu mengangkut 157 penumpang. Termasuk,<span id="more-4"></span> dua anak-anak dan delapan awak pesawat. Mereka selamat setelah keluar melalui perosotan (slide) darurat.</font><font size="2" face="Arial">Terjadinya kebakaran itu sangat mengejutkan. &#8220;Ketika kami melihat keluar dari jendela, semuanya diselimuti api,&#8221; kata pria penumpang pesawat yang tak disebutkan namanya. &#8220;Hanya beberapa menit setelah kami turun, api menelan pesawat dan kami mendengar ledakan,&#8221; tuturnya.</font><font size="2" face="Arial"> </font><font size="2" face="Arial">Situasi tegang. &#8220;Ketika api membesar, ada ledakan besar dan para penumpang masih di tengah-tengah evakuasi,&#8221; kata Toshimasa Yamamoto, saksi di bandara, kepada Tokyo Broadcasting System. Ketika para penumpang hampir selesai dievakuasi, lanjut dia, api membakar seluruh pesawat.</font><font size="2" face="Arial">Saat asap hitam menggumpal, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Mereka langsung berusaha memadamkan api yang melalap badan pesawat dengan semprotan busa putih pekat. Beberapa kali ledakan kembali terdengar dari pesawat yang sudah ditinggalkan seluruh penumpang dan awaknya itu.</p>
<p>Karena begitu kuatnya ledakan, seorang petugas terpental. &#8220;Dia terjatuh, tapi tidak terluka,&#8221; kata Hiroki Shimabukuro, pejabat pemadam kebakaran setempat.</p>
<p>Sekitar satu jam kemudian, kebakaran bisa dipadamkan. Lokasi kejadian pun disterilkan dan tinggallah kerangka gosong pesawat nahas itu teronggok. Kesibukan bandara sempat terganggu, meski pesawat tetap terlihat naik turun di landas pacu.</p>
<p>Berkat proses evakuasi yang sangat cepat, seluruh penumpang dan kru pesawat terselamatkan. Dua penumpang, yakni pria paro baya dan gadis 7 tahun, dirawat di rumah sakit setelah musibah tersebut.</p>
<p>Tapi, menurut Hiroki Shimabukuro, keduanya dibawa ke rumah sakit karena penyakit yang mereka derita. &#8220;Sama sekali bukan karena kebakaran itu,&#8221; tambahnya. Seorang kru juga terluka tapi tak dibawa ke rumah sakit.</p>
<p>Keselamatan penumpang juga sangat terbantu oleh bekerjanya sistem pengamanan darurat. &#8220;Slide (perosotan) darurat itu otomatis terkembang beberapa menit sebelum pesawat hangus terbakar,&#8221; jelas pejabat Departemen Transportasi Jepang Akihiko Tamura di hadapan wartawan.</p>
<p>Detik-detik menegangkan menjelang pesawat meledak terekam kamera stasiun televisi nasional Jepang NHK. Dalam rekaman tersebut, suasana panik sangat terlihat. Para penumpang berebut keluar dari perosotan, namun terlihat tidak saling serobot.</p>
<p>Kru pesawat juga menunjukkan sikap mengutamakan penumpang. Yang terakhir keluar dari pintu belakang pesawat adalah para awak. Pilot melompat dari jendela kokpit nyaris tepat pada saat pesawat meledak.</p>
<p>&#8220;Saya prihatin karena pesawat itu meledak. Tapi, beruntung semua orang bisa selamat,&#8221; kata Tamura.</p>
<p>Apa penyebabnya? Beberapa saksi mata mengatakan, setelah mendarat, pesawat tersebut selip saat hendak menuju tempat parkir bandara. Belakangan ditemukan bocoran minyak yang diduga menyebabkan kebakaran di mesin.</p>
<p>&#8220;Itulah yang memicu timbulnya api dan memaksa kru mengevakuasi seluruh penumpang,&#8221; lapor Jubir China Airlines Sun Hung-wen. &#8220;Pesawat berhasil mendarat dengan selamat. Karena itu, penyelidikan lebih kami fokuskan pada penyebab munculnya api,&#8221; ujar Sun.</p>
<p>Tapi, Akihito Tamura menduga kebakaran tersebut dipicu ledakan. &#8220;Api muncul akibat ledakan di mesin sebelah kiri, sesaat setelah pesawat memasuki tempat parkir,&#8221; katanya. Tetapi, lanjut dia, unit pemantau lalu lintas bandara tidak menerima keluhan apa pun dari pilot setelah pesawat mendarat.</p>
<p>Penyebab pasti kebakaran itu masih diselidiki. Pihak Polisi Nasional Jepang yakin tidak ada unsur terorisme. Kemarin siang, empat pejabat Komisi Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara dan Kereta Api tiba di Bandara Naha untuk membantu penyelidikan. (ap/afp-hep) sumber: <a href="http://www.jawapos.com/">www.jawapos.com</a></p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dharianti.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dharianti.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dharianti.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dharianti.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dharianti.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dharianti.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dharianti.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dharianti.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dharianti.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dharianti.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dharianti.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dharianti.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dharianti.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dharianti.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dharianti.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dharianti.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dharianti.wordpress.com&amp;blog=1556724&amp;post=4&amp;subd=dharianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharianti.wordpress.com/2007/08/21/4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd7b5f9224eeeca34587f29a8871fe23?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dharianti</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
